Kamis, 19 Januari 2012

FOTO: Pameran Lukisan 'Kiamat 2012'


Pameran ini bertema 'Apocalypse 2012 Mixtape'. Dipamerkan di Jakarta.

MINGGU, 1 JANUARI 2012, 14:51 WIB
Eko Huda S
Pameran APOCALYPSE 2012 MIXTAPE oleh Ruang Rupa (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Pembahasan kiamat 2012 tak hanya ramai dituangkan dalam tulisan dan diskuasi saja. Ternyata, para seniman juga menuangkannya dalam lukisan karya mereka.

Pada Minggu 1 Januari 2012, sejumlah karya dari 35 seniman yang tergabung dalam komunitas Gambar Selaw dipamerkan di Ruang Rupa Galeri, Jakarta. Dalam pameran yang bertema 'Apocalypse 2012 Mixtape' ini, seniman-seniman muda Indonesia membahas mengenai ramalan Suku Maya yang mengatakan akhir dunia akan ditandai dengan perselisihan dan perang nuklir pada 2012.
Seperti halnya melalui tulisan, pembahasan kiamat 2012 melalui lukisan ini juga terlihat adanya banyak pendapat. Dalam gambar-gambar yang terlukis itu, terlihat adanya sosok menyeramkan. Ada juga juga yang tampak terlihat lucu. Bahkan ada lukisan yang tidak mempercayai adanya kiamat pada 2012.

Asumsi hari kiamat Suku Maya sendiri berdasarkan ditemukannya penanggalan dan inskripsi bangsa Maya yang terdapat di sebuah prasasti tablet batu, di situs Tortuguero, Mexico.

Tapi, ahli mengenai kebudayaan Maya asal Jerman, Sven Gronemeyer, mengatakan ramalan mengenai 'kiamat' itu merupakan misinterpretasi atau salah pembacaan.

Menurut Gronemeyer, inskripsi yang ditemukan tidak terbaca secara lengkap, karena ada bagian yang mengalami kerusakan. Tapi, jika itu bisa dibaca, inskripsi juga tidak menyebut apa pun mengenai hari akhir atau kiamat.

Berdasarkan pembacaan yang dilakukannya, Gronemeyer berpendapat inskripsi di tablet batu Tortuguero menjelaskan mengenai transisi era baru di kalender bangsa Maya, dan bukan akhir dunia.

Berdasarkan inskripsi Tortuguero, terdapat penjelasan mengenai apa yang akan terjadi pada 2012. Salah satunya adalah munculnya Bolon Yokte, Dewa Maya yang bersifat misterius, yang selama ini dikaitkan dengan perang dan penciptaan. Walau inskripsi ini tidak ditemukan secara sempurna, inskripsi itu diduga menyebut kalimat: "Dia akan datang dari langit."

Tapi, menurut Gronemeyer, Bolon Yokte disebut sebagai figur yang melambangkan perubahan. Kesalahan pandangan terhadap kepercayaan bangsa Maya ini dituding Gronemeyer dilakukan oleh bangsa Barat.
Lihat lukisan kiamat 2012 itu di tautan ini. (art)
• VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar